Jumat, 08 Maret 2019
Kamis, 07 Maret 2019
Ceramah Singkat: Tetaplah Berbakti Kepada Orang Tua
oleh Ustadz Ahmad Zainuddin.Lc.
Asslamualakum Wr,Wb
Wassalmualaikum Wr.Wb
LAB-17 next-hop-self
Assalamuaalaikum wr.wb
Oke setelah sekian lama saya tidak menulis artikel tentang bgp .Pada kesempatan kali ni saya akann kembali untuk share ...langsung saja kali ini kita akan bahas materi next-hop-self,next-hop-self sendiri berguna jika ada salah satu router yang memiliki network yang berstatus uncreahable yang sebelumnya kita ketahui bahwa ip BGP tidak semuanya masuk ke routing table,hal itu terjadi karena next hop nya unreachable..lalu bagaimana solusinya?nah untuk solusinya sendiri kita mengubah next hop yang unreachable menjadi reachable gimana keren gak tuh..nah biar tambah keren kita langsung lab kan saja
.
konfigurasi di R1 :
R1#conf t
R1(config-if)#int fa0/0
R1(config-if)#ip add 12.12.12.1 255.255.255.0
R1(config-if)#no sh
R1(config-if)#int lo0
R1(config-if)#ip add 1.1.1.1 255.255.255.255
R1(config-if)#router bgp 12
R1(config-router)#neigh 12.12.12.2 remote-as 12
R1(config-router)#no auto-summary
R1(config-if)#int fa0/0
R1(config-if)#ip add 12.12.12.1 255.255.255.0
R1(config-if)#no sh
R1(config-if)#int lo0
R1(config-if)#ip add 1.1.1.1 255.255.255.255
R1(config-if)#router bgp 12
R1(config-router)#neigh 12.12.12.2 remote-as 12
R1(config-router)#no auto-summary
Konfigurasi di R2:
R2#conf t
R2(config)#int fa0/0
R2(config-if)#ip add 12.12.12.2 255.255.255.0
R2(config-if)#no sh
R2(config-if)#int fa0/1
R2(config-if)#ip add 23.23.23.2 255.255.255.0
R2(config-if)#no sh
R2(config-if)#int lo0
R2(config-if)#ip add 2.2.2.2 255.255.255.255
R2(config-if)#router bgp 12
R2(config-router)#neigh 12.12.12.1 remote-as 12
R2(config-router)#neigh 23.23.23.3 remote-as 7
R2(config-router)#no auto-summary
R2(config)#int fa0/0
R2(config-if)#ip add 12.12.12.2 255.255.255.0
R2(config-if)#no sh
R2(config-if)#int fa0/1
R2(config-if)#ip add 23.23.23.2 255.255.255.0
R2(config-if)#no sh
R2(config-if)#int lo0
R2(config-if)#ip add 2.2.2.2 255.255.255.255
R2(config-if)#router bgp 12
R2(config-router)#neigh 12.12.12.1 remote-as 12
R2(config-router)#neigh 23.23.23.3 remote-as 7
R2(config-router)#no auto-summary
konfigurasi di R3:
R3#conf t
R3(config)#int fa0/1
R3(config-if)#ip add 23.23.23.3 255.255.255.0
R3(config-if)#no sh
R3(config-if)#int lo0
R3(config-if)#ip add 3.3.3.3 255.255.255.255
R3(config-if)#router bgp 7
R3(config-router)#neigh 23.23.23.2 remote-as 12
R3(config-router)#net 3.3.3.3 mask 255.255.255.255
R3(config-router)#no auto-summary
R3(config)#int fa0/1
R3(config-if)#ip add 23.23.23.3 255.255.255.0
R3(config-if)#no sh
R3(config-if)#int lo0
R3(config-if)#ip add 3.3.3.3 255.255.255.255
R3(config-if)#router bgp 7
R3(config-router)#neigh 23.23.23.2 remote-as 12
R3(config-router)#net 3.3.3.3 mask 255.255.255.255
R3(config-router)#no auto-summary
nah untuk selanjutnya kita cek terlebih dahulu table routing di R1
pada table routing kita bisa mengetahui bahwa R1 sudah mempunyai network 3.3.3.3/32 yang dimana itu milik R3 dan tidak adanya tanda > best yang berarti sttusnya unreachable,agar sttusnya berubah menjadi reachable kita buat next-hop-self di R2 untuk jalur transit R1 menuju R3.
konfigurasi next-hop-self di R2 :
R2(config-router)#router bgp 12
R2(config-router)#neigh 12.12.12.1 next-hop-self
R2(config-router)#
R2(config-router)#neigh 12.12.12.1 next-hop-self
R2(config-router)#
untuk selanjutnya kita cek kembali routing table R1
lihat sekarang next hop nya sudah berubah yang awalnya menggunakan 23.23.23.3 sekarang menjadi 12.12.12.2 .
kemudain kita lakukan ping dari R1 menuju R3.
nahloh perlu diketahui walau R1 sudah memiliki route menuju R3 tapi masiih blom bisa melakukan ping dikarenakan R3 sendiri belom mempunyai route menuju R1,dan solusinya ialah kita harus meng advertise salah satu netowrk yang dimiliki R1 untuk dijadikan source menuju R3.
R1(config)#router bgp 12
R1(config-router)#net 1.1.1.1 mask 255.255.255.255
R1(config-router)#net 1.1.1.1 mask 255.255.255.255
setellah itu lakukan ping kembali
terlihat sekarang R1 sudah bisa ping menuju R3..oke untuk artikel kali ini sekian dari saya next kita lanjutkan kembali ke artikel tentang CCNA guysssss...terimakasih.
wassalamualakaikum wr.wb
Kamis, 14 Februari 2019
Lab- 16 Setting Redistribute Static Routing & Eigrp
Assalamualikum wr.wb
Selamat sore semuanya ,kali ini saya akan menulis artikel yang masih bersangkutan dengan routing,dan pada artikel kali ini kita akan bahas yang namanya redistribute.
Di dalam routing sendiri ada banyak cara untuk redistribute salah satunya yang akan kita bahas kali ini adalah “Redistribute static routing & EIGRP”.
Redistribute itu apasih?mungkin disini ada yang blom paham apa itu redistribute,jadi redistribute itu kita menggabungkan network yang memiliki routing protocol yang berbeda sehingga kita bisa membentuk table routing yang lengkap dari suatu topologi walaupun memiliki routing protocol yang berbeda.
Untuk lebih jelas nya langsung kita lab kan saja, berikut topologinya.
langkah pertama kita konfigurasikan ip address pada seluruh router sesuai dengan topologi.
R1(config)#int fa0/0
R1 (config-if)#ip address 12.12.12.1 255.255.255.0
R1 (config-if)#no shutdown
R1 (config-if)#int fa0/1
R1 (config-if)#ip address 192.168.12.1 255.255.255.0
R1 (config-if)#no shutdown
R1 (config-if)#
R1 (config-if)#ip address 12.12.12.1 255.255.255.0
R1 (config-if)#no shutdown
R1 (config-if)#int fa0/1
R1 (config-if)#ip address 192.168.12.1 255.255.255.0
R1 (config-if)#no shutdown
R1 (config-if)#
R2(config)#int fa0/0
R2(config-if)#ip address 12.12.12.2 255.255.255.0
R2(config-if)#no shutdown
R2(config-if)#int fa0/1
R2(config-if)#ip address 23.23.23.2 255.255.255.0
R2(config-if)#no shutdown
R2(config-if)#ip address 12.12.12.2 255.255.255.0
R2(config-if)#no shutdown
R2(config-if)#int fa0/1
R2(config-if)#ip address 23.23.23.2 255.255.255.0
R2(config-if)#no shutdown
R3(config)#int fa0/0
R3(config-if)#ip address 23.23.23.3 255.255.255.0
R3(config-if)#no shutdown
R3(config-if)#int fa0/1
R3(config-if)#ip address 192.168.23.1 255.255.255.0
R3(config-if)#no shutdown
R3(config-if)#ip address 23.23.23.3 255.255.255.0
R3(config-if)#no shutdown
R3(config-if)#int fa0/1
R3(config-if)#ip address 192.168.23.1 255.255.255.0
R3(config-if)#no shutdown
Selanjutnya kita Konfigurasi routing protocol nya sesuai kasus di atas dimana R1 kita set routing nya dengan Static Route,sedangkan di R2 kita setting dua protocol Static route untuk interface yang mengarah ke R1 dan routing eigrp yang interface nya mengarah ke R3 & R3 sendiri kita sett menggunakan routing eigrp. oh iya sebelumnya untuk routing eigrp jika masih lupa konfigurasi nya boleh baca kembali Basic konfigurasi eigrp .
R1(config-if)#ip route 23.23.23.0 255.255.255.0 12.12.12.2
R1(config)#ip route 192.168.23.0 255.255.255.0 12.12.12.2
R1(config)#ip route 192.168.23.0 255.255.255.0 12.12.12.2
R2(config-if)#router eigrp 1
R2(config-router)#network 23.23.23.0
R2(config-router)#no auto-summary
R2(config-router)#exit
R2(config)#ip route 192.168.12.0 255.255.255.0 12.12.12.1
R2(config-router)#network 23.23.23.0
R2(config-router)#no auto-summary
R2(config-router)#exit
R2(config)#ip route 192.168.12.0 255.255.255.0 12.12.12.1
R3(config-if)#router eigrp 10
R3(config-router)#network 23.23.23.0
R3(config-router)#network 192.168.23.0
R3(config-router)#no auto-summary
R3(config-router)#
R3(config-router)#network 23.23.23.0
R3(config-router)#network 192.168.23.0
R3(config-router)#no auto-summary
R3(config-router)#
Setelah itu kita setting ip address pada setiap pc client.
ip address pc1
gambar 1.2
ip address pc2
gambar 1.3
gambar 1.4
Hasilnya destination host unreachable.hal ini terjadi karena protocol routingnya berbeda,lebih jelas nya kita cek table routing R3 apakah R3 sudah mememiliki network client pc1 dengan menggunakan perintah " #show ip route " .
tabel routing
gambar 1.5
Diatas kita melihat bahwa R3 tidak memiliki route menuju pc1 yang berada di R1.
Agar client pc1 bisa saling komunikasi dengan pc1 kita konfigurasi redistribute pada R2.
R2(config)#router eigrp 10
R2(config-router)#redistribute static
R2(config-router)#redistribute connected
R2(config-router)#redistribute static
R2(config-router)#redistribute connected
Setelah itu cek kembali table routing pada R3.
table routing setelah di redistribute
gambar 1.6
Lakukan verifikasi ulang dari pc1 ke pc2 atau sebaliknya.
Oke saya yakin kalian sudah berhasil semua pada lab ini..kita jumpa di artikel selanjutnya dimana akan saya tulis juga tentang redistribute yang lainya..jika suka jangan lupa tinggalkan like,jika tidak suka silahkan komentari agar lebih bermanfaat share ke yang lain juga..terimakasih..
wassalamualaikum wr.wb
Lab - 15 Extended Access-list
Assalamualaikum wr.wb
Hei ! setelah sebelumnya kita membahas tentang Standard Access-list pada artikel kali ini kita akan bahas extended access-list.
Untuk artikel yang bakal saya tulis pada kali ini masih tentang access list,dimana sebelumnya kita sudah belajar yang standard access list…nah bedanya antara standard dan extended access list ini dimana kita bisa memfilter salah satu paket nya saja atau bisa dibilang berdasarkan port/protocol nya.untuk extended access list ini kita diharuskan menggunakan number 100-199 untuk id access list nya.oke kalo begitu kita langsung saja ke lab dengan menggunakan topologi sebelum dan menyelesaikan kasus yang kedua pada artikel yang sebelumnya.
disini kita masih menggunakan topologi yang sama dengan lab sebelumnya .di kasus kali ini kita akan setting nettwork 192.168.20.0/24 sebagai extended access-list.
gambar 1.0
Oke untuk langkah pertama kita hapus dulu konfigurasi standard access-list pada R2. lab ini masih lanjut an dari artikel sebelumnya jadi kalo mau mulai lab ini boleh di pelajari lab sebelumnya terlebih dahulu .
R2(config)#no access-list 1
selanjutnya konfigurasikan extended acl pada R1
R1(config)#access-list 100 deny tcp 192.168.20.0
0.0.0.255 host 20.20.20.2 eq www
R1(config)#access-list 100 permit ip any any
R1(config-if)#int gig0/1
R1(config-if)#ip access-group 100 in
R1(config-if)#
oke pada kasus kali ini kita akan membuat rule agar network 192.168.20.0/24 tidak bisa mengakses web,sehingga kita menggunakan protocol tcp.
setelah itu kita ping dari network 192.168.20.0/24 ke server.
C:\>ping 20.20.20.2
Pinging 20.20.20.2 with 32 bytes of data:
Reply from 20.20.20.2: bytes=32 time=11ms TTL=126
Reply from 20.20.20.2: bytes=32 time=11ms TTL=126
Reply from 20.20.20.2: bytes=32 time=11ms TTL=126
Reply from 20.20.20.2: bytes=32 time=4ms TTL=126
C:\>
Pinging 20.20.20.2 with 32 bytes of data:
Reply from 20.20.20.2: bytes=32 time=11ms TTL=126
Reply from 20.20.20.2: bytes=32 time=11ms TTL=126
Reply from 20.20.20.2: bytes=32 time=11ms TTL=126
Reply from 20.20.20.2: bytes=32 time=4ms TTL=126
C:\>
selanjutnya kita ping lewat browser,untuk melakukan ikuti langkah berikut.
klik 2x pc nya lalu masuk ke menu desktop kemudian pilih browser.
gambar 1.2
kemudian ketikkan ip address server,jika tampilan request timeout bisa disimpulkan pc tersebut tidak di ijinkan untuk akses web server.
gambar 1.3
selain itu kita bisa cek access list ini dengan perintah "#show access-list" berikut contohnya.
R1(config)#do sh access-list
Extended IP access list 100
10 deny tcp 192.168.20.0 0.0.0.255 host 20.20.20.2 eq www (12 match(es))
20 permit ip any any (8 match(es))
R1(config)#
Extended IP access list 100
10 deny tcp 192.168.20.0 0.0.0.255 host 20.20.20.2 eq www (12 match(es))
20 permit ip any any (8 match(es))
R1(config)#
ketika hasilnya seperti diatas,bisa kita artikan bahwa network 192.168.20.0/24 sudah beberapakali mengakses web server,tetapi karena adanya rule yang barusan kita buat sehingga network tersebut tidak bisa akses ke web.
oke untuk artikel access list ini cukup sampe disini semoga bisa bermanfaat.jan lupa supaya tinggalkan like jika suka,jika tidak silahkan komentari agar yang lain bisa paham juga jangan lupa share.
wassalamualaikum wr.wb
Jumat, 18 Januari 2019
Lab-14 standard access-list
malam guys kali ini saya akan bahas materi tentang access list.ya materi ini lumyaan susah juga karna kita harus bermain logika juga,access-list ada dua materi yaitu standard access list dan extended access –list yang membedakan standard dengan extended yaitu nilai number nya..untuk artikel kali ini kita membahas standard access list dimana nilai number nya dimulai dari 1-99..fungsi dari access ini ialah dimana kita dapat memfilter sebuah packet yang di ijinkan atau tidak di ijinkan..untuk standard access list ini biasanya kita lakukan konfigurasi dengan router yang dekat dengan destianation/tujuan kita..untuk mudah nya mari langsung kita labkan saja.
gambar 1.1
Disini lab access list kali ini kita membuat dua kasus yang mana network 192.168.10.0/24 kita sett sebagai standard access-list dan yang network 192.168.20.0/24 kita sett sebagai exxteded access list.
Langsung aja kita mulai untuk konfigurasi standard access list nya.
Pertama kita setting ip address nya terlebih dahulu.
#R1
R1(config)#int s0/0/0
R1(config-if)#ip add 12.12.12.1 255.255.255.0
R1(config-if)#no sh
R1(config)#int gig0/0
R1(config-if)#no sh
R1(config-if)#ip add 192.168.10.1 255.255.255.0
R1(config-if)#int gig0/1
R1(config-if)#ip add 192.168.20.1 255.255.255.0
R1(config-if)#no sh
R1(config)#int s0/0/0
R1(config-if)#ip add 12.12.12.1 255.255.255.0
R1(config-if)#no sh
R1(config)#int gig0/0
R1(config-if)#no sh
R1(config-if)#ip add 192.168.10.1 255.255.255.0
R1(config-if)#int gig0/1
R1(config-if)#ip add 192.168.20.1 255.255.255.0
R1(config-if)#no sh
#R2
R2(config)#int s0/0/0
R2 (config-if)#ip add 12.12.12.2 255.255.255.0
R2 (config-if)#no sh
R2 (config-if)#int gig0/0
R2 (config-if)#ip add 20.20.20.1 255.255.255.0
R2 (config-if)#no sh
R2(config)#int s0/0/0
R2 (config-if)#ip add 12.12.12.2 255.255.255.0
R2 (config-if)#no sh
R2 (config-if)#int gig0/0
R2 (config-if)#ip add 20.20.20.1 255.255.255.0
R2 (config-if)#no sh
Untuk routing nya bebas kita bisa gunakan “RIP,EIGRP,OSPF atau routing
lainya”tapi untuk kali ini saya menggunakan routing EIGRP.
R1(config)#router eigrp 1
R1(config-router)#network 192.168.10.0
R1(config-router)#network 192.168.20.0
R1(config-router)#network 12.12.12.0
R1(config-router)#no auto-summary
R1(config-router)#
R2(config)#router eigrp 1
R2(config-router)#network 12.12.12.0
R2(config-router)#network 20.20.20.0
R2(config-router)#no auto-summary
R2(config-router)#
R2(config-router)#network 12.12.12.0
R2(config-router)#network 20.20.20.0
R2(config-router)#no auto-summary
R2(config-router)#
Setelah itu kita setting ip address pada PC1-PC4 beserta server nya...untuk cara penambahan ip address pada perangkat end device nya ( klik dua kali pc/server nya+masuk menu desktop+klik ip configuration+sett ip address nya).
gambar 1.2
gambar 1.3
Selanjutnya kita pastikan seluruh perangkat bisa saling komunikasi,untuk pembuktian nya bisa kita lakukan ping dari PC1-PC4 ke server atau sebaliknya.
PC1
C:\>ping 20.20.20.2
Pinging 20.20.20.2 with 32 bytes of data:
Reply from 20.20.20.2: bytes=32 time=2ms TTL=126
Reply from 20.20.20.2: bytes=32 time=11ms TTL=126
Reply from 20.20.20.2: bytes=32 time=10ms TTL=126
Reply from 20.20.20.2: bytes=32 time=1ms TTL=126
C:\>
PC2
C:\>ping 20.20.20.2
Pinging 20.20.20.2 with 32 bytes of data:
Reply from 20.20.20.2: bytes=32 time=2ms TTL=126
Reply from 20.20.20.2: bytes=32 time=11ms TTL=126
Reply from 20.20.20.2: bytes=32 time=10ms TTL=126
Reply from 20.20.20.2: bytes=32 time=1ms TTL=126
C:\>
PC3
C:\>ping 20.20.20.2
Pinging 20.20.20.2 with 32 bytes of data:
Reply from 20.20.20.2: bytes=32 time=2ms TTL=126
Reply from 20.20.20.2: bytes=32 time=11ms TTL=126
Reply from 20.20.20.2: bytes=32 time=10ms TTL=126
Reply from 20.20.20.2: bytes=32 time=1ms TTL=126
C:\>
PC4
C:\>ping 20.20.20.2
Pinging 20.20.20.2 with 32 bytes of data:
Reply from 20.20.20.2: bytes=32 time=2ms TTL=126
Reply from 20.20.20.2: bytes=32 time=11ms TTL=126
Reply from 20.20.20.2: bytes=32 time=10ms TTL=126
Reply from 20.20.20.2: bytes=32 time=1ms TTL=126
C:\>
Sekarang kita buat access list nya sesuai dengan pengertian tadi bahwa
standard access lit ini di sett di router yang dekat dengan destination/tujuan
dari topologi diatas berarti kita sett access list ini pada R2,berikut
konfigurasinya.
R2(config)#access-list 1 deny 192.168.10.0 0.0.0.255
R2(config)#access-list 1 permit any
R2(config)#int gig0/0
R2(config-if)#ip access-group 1 out
Setelah itu sekarang kita tes dengan ping kembali dari PC1/PC2
ke ip server
C:\>ping 20.20.20.2
Pinging 20.20.20.2 with 32 bytes of data:
Reply from 12.12.12.2: Destination host unreachable.
Reply from 12.12.12.2: Destination host unreachable.
Reply from 12.12.12.2: Destination host unreachable.
Reply from 12.12.12.2: Destination host unreachable.
C:\>
Setelah itu kita ping juga dari PC3/PC4 ke ip server
C:\>ping 20.20.20.2
Pinging 20.20.20.2 with 32 bytes of data:
Reply from 20.20.20.2: bytes=32 time=13ms TTL=126
Reply from 20.20.20.2: bytes=32 time=12ms TTL=126
Reply from 20.20.20.2: bytes=32 time=11ms TTL=126
Reply from 20.20.20.2: bytes=32 time=11ms TTL=126
kemudian cek access-list nya menggunakan perintah "show access-list".
R2#sh access-list
Standard IP access list 1
10 deny 192.168.10.0
0.0.0.255 (4 match(es))
20 permit any (4 match(es))
Informasi diatas bisa kita baca “bahwa ip yang network nya 192.168.10.0
dia di deny/tidak di ijinkan untk akses ke ip server sedangakan selain network
192.168.10.0 kita permit/ijinkan untuk mengakses server tersebut”.
Disini sudah sesuai dengan kasus pertama kita yaitu PC1-PC2 tidak bisa
ping ke ip server/diblock untuk artikel kali ini sampai disini dulu next artikel kita
lanjut ke extended access-list nya.
Jumat, 11 Januari 2019
Lab-13 konfigurasi dasar OSPF
sore teman-teman yang sering ngelab :D....ya saya ucapkan selamat sore karena saya menulis artikel ini di sore hari sembari meminum kopi sruup :D....untuk kali ini kita akan bahas artikel tentang LAB dasar ospf.
OSPF itu apasih ?,ospf itu sebuah protocol routing dyanamic yang memudahkan seorang administrasi jaringan untuk mengatur,menjaga routing yang dia miliki.hebat nya ospf ini dimana dia bisa mengetahui topologi networknya mangkanya banyak digunakan untuk melakukan routing dalam skala yang besar.dan yang membedakan ospf dengan routing-routing lain ,pada ospf ini terdapat sebuah area-area ,dimana setiap area yang bukan area 0 (area backbone) harus terhubung ke area backbone ,agar lebih jelas nya mari kita langsung lab kan saja..berikut topologi nya.
gambar 1.1
setelah itu kita setting ip address pada setiap perangkat..(saya analogikan disini kalian sudah bisa sett ip address pada pc nya)
#R1
R1(config)#int fa0/0
R1(config-if)#ip add 12.12.12.1 255.255.255.0
R1(config-if)#no sh
R1(config-if)#int fa0/1
R1(config-if)#ip add 192.168.10.1 255.255.255.0
R1(config-if)#no sh
R1(config)#int fa0/0
R1(config-if)#ip add 12.12.12.1 255.255.255.0
R1(config-if)#no sh
R1(config-if)#int fa0/1
R1(config-if)#ip add 192.168.10.1 255.255.255.0
R1(config-if)#no sh
#R2
R2(config)#int fa0/0
R2 (config-if)#ip add 12.12.12.2 255.255.255.0
R2(config-if)#no sh
R2(config-if)#int fa0/1
R2(config-if)#ip add 23.23.23.2 255.255.255.0
R2(config-if)#no sh
R2(config)#int fa0/0
R2 (config-if)#ip add 12.12.12.2 255.255.255.0
R2(config-if)#no sh
R2(config-if)#int fa0/1
R2(config-if)#ip add 23.23.23.2 255.255.255.0
R2(config-if)#no sh
#R3
R3(config)#int fa0/0
R3(config-if)#ip add 23.23.23.3 255.255.255.0
R3(config-if)#no sh
R3(config-if)#int fa0/1
R3(config-if)#ip add 192.168.20.1 255.255.255.0
R3(config-if)#no sh
R3(config)#int fa0/0
R3(config-if)#ip add 23.23.23.3 255.255.255.0
R3(config-if)#no sh
R3(config-if)#int fa0/1
R3(config-if)#ip add 192.168.20.1 255.255.255.0
R3(config-if)#no sh
sebelumnya kita cek terlebih dahulu tabel routing pada semua router.
R1#show ip route
12.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
C 12.12.12.0 is directly connected, FastEthernet0/0
C 192.168.10.0/24 is directly connected, FastEthernet0/1
R1#
12.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
C 12.12.12.0 is directly connected, FastEthernet0/0
C 192.168.10.0/24 is directly connected, FastEthernet0/1
R1#
R2#sh ip route
12.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
C 12.12.12.0 is directly connected, FastEthernet0/0
23.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
C 23.23.23.0 is directly connected, FastEthernet0/1
R2#
12.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
C 12.12.12.0 is directly connected, FastEthernet0/0
23.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
C 23.23.23.0 is directly connected, FastEthernet0/1
R2#
R3#sh ip route
23.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
C 23.23.23.0 is directly connected, FastEthernet0/0
C 192.168.20.0/24 is directly connected, FastEthernet0/1
R3#
23.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
C 23.23.23.0 is directly connected, FastEthernet0/0
C 192.168.20.0/24 is directly connected, FastEthernet0/1
R3#
nah pada table routing diatas kita hanya mengetahui bahwa table tersebut hanya memiliki network yang ia punya..agar network yang lain nya dapa bisa saling komunikasi maka kita perlu routing. dan untuk routing kali ini kita akan menggunakan routing ospf berikut konfigurasinya .
R1(config)#router ospf 1
R1(config-router)#network 192.168.10.0 255.255.255.0 area 0
R1(config-router)#network 12.12.12.0 255.255.255.0 area 0
R1(config-router)#
R1(config-router)#network 192.168.10.0 255.255.255.0 area 0
R1(config-router)#network 12.12.12.0 255.255.255.0 area 0
R1(config-router)#
R2(config)#router ospf 1
R2(config-router)#network 12.12.12.0 255.255.255.0 area 0
R2(config-router)#network 23.23.23.0 255.255.255.0 area 0
R2(config-router)#
R2(config-router)#network 12.12.12.0 255.255.255.0 area 0
R2(config-router)#network 23.23.23.0 255.255.255.0 area 0
R2(config-router)#
R3(config)#router ospf 1
R3(config-router)#network 192.168.20.0 255.255.255.0 area 0
R3(config-router)#network 23.23.23.0 255.255.255.0 area 0
R3(config-router)#
R3(config-router)#network 192.168.20.0 255.255.255.0 area 0
R3(config-router)#network 23.23.23.0 255.255.255.0 area 0
R3(config-router)#
setelah kita lakukan konfigurasi ospf nya ,sekarang kita cek kembali table routing nya.
R1(config-router)#do sh ip route
12.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
C 12.12.12.0 is directly connected, FastEthernet0/0
23.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
O 23.23.23.0 [110/2] via 12.12.12.2, 00:08:04, FastEthernet0/0
C 192.168.10.0/24 is directly connected, FastEthernet0/1
O 192.168.20.0/24 [110/3] via 12.12.12.2, 00:06:12, FastEthernet0/0
R1(config-router)#
12.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
C 12.12.12.0 is directly connected, FastEthernet0/0
23.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
O 23.23.23.0 [110/2] via 12.12.12.2, 00:08:04, FastEthernet0/0
C 192.168.10.0/24 is directly connected, FastEthernet0/1
O 192.168.20.0/24 [110/3] via 12.12.12.2, 00:06:12, FastEthernet0/0
R1(config-router)#
R2(config-router)#do sh ip route
12.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
C 12.12.12.0 is directly connected, FastEthernet0/0
23.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
C 23.23.23.0 is directly connected, FastEthernet0/1
O 192.168.10.0/24 [110/2] via 12.12.12.1, 00:09:50, FastEthernet0/0O 192.168.20.0/24 [110/2] via 23.23.23.3, 00:07:58, FastEthernet0/1
R2(config-router)#
R3(config-router)#do sh ip route
12.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
O 12.12.12.0 [110/2] via 23.23.23.2, 00:09:03, FastEthernet0/0
23.0.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
C 23.23.23.0 is directly connected, FastEthernet0/0
O 192.168.10.0/24 [110/3] via 23.23.23.2, 00:09:03, FastEthernet0/0
C 192.168.20.0/24 is directly connected, FastEthernet0/1
R3(config-router)#
Perlu diketahui flags "O" menandakan bahwa routing yang kita gunakan,merupakan routing ospf,dan angka "110" merupakan nilai distance dari ospf itu sendiri.
selanjutnya yaitu kita coba ping dari PC1 ke PC2
C:\>ping 192.168.20.2
Pinging 192.168.20.2 with 32 bytes of data:
Reply from 192.168.20.2: bytes=32 time=13ms TTL=125
Reply from 192.168.20.2: bytes=32 time=11ms TTL=125
Reply from 192.168.20.2: bytes=32 time=12ms TTL=125
C:\>
jika hasil nya sudah reply/bisa komunikasi dengan network lain maka konfigurasi ospf nya sudah berhasil...untuk lab kali ini sampai disini dulu kita lanjut lab nya di artikel selanjutnya..terimakasih..
Langganan:
Postingan (Atom)























